Schola Cantorum Surabaiensis


Ada yang istimewa di Hari Raya Hati Kudus Yesus, Jumat, 30 Mei 2008 yang lalu. Pada hari raya pelindung katedral Surabaya ini, Uskup Surabaya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono meresmikan berdirinya Kelompok Studi dan Paduan Suara Gregorian Schola Cantorum Surabaiensis (SCS). Bapa Uskup yang didampingi Pastor Kepala Paroki Katedral Rm. Eko Budi Susilo menyambut baik kehadiran SCS ini. “Agar madah kami semakin pantas naik kepada keagungan-Mu, kami mengunjukkan paduan suara ini supaya dikuduskan bagi-Mu. Semoga dengan suara nyanyiannya kami melambungkan pujian dan doa dalam nada dan irama yang semakin indah,” demikian penggalan doa pemberkatan yang dipanjatkan Bapa Uskup. Ibadat berkat diakhiri dengan nyanyian madah syukur Te Deum oleh anggota SCS, yang diikuti oleh umat yang hadir.

Pendirian kelompok yang dibidani Albert Wibisono dan Anton Tjahjoanggoro ini merupakan jawaban atas harapan Paus Benediktus XVI yang telah berulang kali disampaikannya dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam Anjuran Apostolik Pasca-Sinode Sacramentum Caritatis. Pada bagian akhir klausul tentang nyanyian liturgis, Paus meminta, “Akhirnya, dengan tetap menghargai aneka gaya dan beragam tradisi yang sangat berharga, saya mendambakan, sesuai dengan permintaan yang diajukan oleh para Bapa Sinode, agar nyanyian Gregorian benar-benar dihargai dan digunakan sebagai nyanyian yang sesuai untuk liturgi Romawi.” (Sacramentum Caritatis 42)


Anggota SCS berasal dari berbagai paroki di Surabaya, mulai dari Katedral sampai paroki Sakramen Mahakudus di Pagesangan. Umur anggota juga bervariasi dari 21 yang termuda sampai 57 yang tertua. Kelompok ini bertemu seminggu sekali untuk belajar dan menambah wawasan tentang tradisi musik Gregorian dan liturgi gereja. Disamping itu, atas prakarsa Rm. Eko Budi Susilo, SCS juga mendaraskan Completorium (Ibadat Penutup) di Katedral setiap hari Minggu malam pukul 21:00. Umat pun diajak untuk berpartisipasi dalam liturgi indah nan khidmat ini. Teks khusus Bahasa Latin/Indonesia yang ditampilkan sebelah-menyebelah pun disediakan agar umat dapat memahami dan belajar mengikuti beberapa bagian yang didaraskan dalam bahasa Latin.

Catatan: Artikel ini dimuat dalam Majalah Liturgi yang diterbitkan oleh Komisi Liturgi KWI, Vol 19 No 4 - Jul-Agt 2008.

2 comments:

FX. Sutjiharto Sastrahadinata said...

Maaf Pak Albert, comment saya dalam topik lagu gregorian seharusnya adalah comment mengenai kompletorium yang ada dalam topik SCS ini. Maaf salah kamar.

Albert Wibisono said...

wah, no problem mas suci, makasih sudah jadi teman diskusi saya.

albert