Belajar Baca Notasi Gregorian

Pak Ignaz, seorang pembaca blog ini nanya kepada saya di mana bisa dapat lagu Gregorian dengan not angka. Wah, saya juga enggak tahu, sayang sekali. Memang, notasi lagu Gregorian bukan berupa angka seperti kebanyakan partitur lagu yang kita temui di Indonesia. Ini mungkin bisa jadi hambatan memasyarakatkan lagu Gregorian di Indonesia.

Saya sendiri akhirnya mengalah dan nggak berusaha mencari lagu Gregorian dengan not angka lagi. Saya lalu belajar membaca notasi Gregorian yang kotak-kotak itu. Eh, ternyata sama sekali tidak susah. Bahkan, setelah mengerti dan makin terbiasa, saya berpendapat bahwa not kotak-kotak itu jauh lebih memudahkan kita menyanyi lagu Gregorian. Kita jadi tahu kapan nyanyinya harus naik dan kapan harus turun. Sekedar info, saya nggak bisa membaca not balok. Saya juga nggak bisa bermain musik. Nah.

Coba lihat gambar di sebelah ini. Gregorian itu cuman punya dua kunci, C dan F. Masing-masing kunci itu bisa berada di (mengapit) garis pertama, kedua, ketiga, atau keempat dari bawah. Apapun garis yang diapit oleh kunci C, not yang ada di garis itu bunyinya Do. Untuk yang kunci F ya tentunya Fa. Itu aja kok. Memang susah dijelaskan secara tertulis di sini, tapi saat tatap muka, saya cuman perlu waktu beberapa menit untuk menjelaskannya kepada anggota koor yang lain. Setelah sebulan membiasakan diri, mereka tidak pernah lagi minta partitur dengan not Gregorian diterjemahkan ke not angka. Memang, ini sekedar bisa baca yang gampang-gampang dulu. Kalau mau yang canggih mungkin perlu waktu lebih lama. Ada juga kok yang bertahun-tahun belajarnya.

Yuk kita pakai contoh yang sederhana. Di samping ini adalah lagu Pater Noster atau Bapa Kami (Puji Syukur 402). Lihat kuncinya, bandingkan dengan gambar di atas. Ini kunci C. Nah, kunci C di partitur ini mengapit garis ketiga dari bawah. Jadi, not yang ada di garis itu bunyinya Do, di atasnya Re, di bawahnya Si, dan seterusnya. Jadi, di partitur ini, not yang pertama bunyinya Sol, selanjutnya La, Si, Si .. La, Do, Si, La, Sol. Nggak susah kan menjelaskan ini kepada anggota koor?

Saya punya artikel dari Crisis Magazine edisi May 2006, judulnya "An Idiot's Guide to Square Notes". Formatnya PDF, enam halaman A4, dalam bahasa Inggris. Nggak terlalu susah dimengerti kok. Kalau mau, saya bisa kirim artikel ini lewat e-mail. Tinggalin aja e-mail address Anda di bagian comment di bawah. Sorry, saya belum tahu gimana caranya attach file di sini, he3.

Juga, saya pernah belajar dari website Canticum Novum milik Schola Cantorum Bogotensis ini. Klik di sini untuk langsung melihat halaman tentang notasi Gregorian. Selamat mencoba dan mengajarkan kepada anggota koor Anda.

17 comments:

  1. Pak Albert,
    Terima kasih atas link belajar notasi Gregorian yang diberikan. Sebagai informasi, dengan bantuan banyak pihak,(termasuk masukan dari p. Albert), paroki saya akhirnya bisa mengadakan misa dengan lagu Gregorian pada tgl 30 Agustus lalu. Bahkan Dewan Paroki akan rutin mengadakan misa Gregorian pada setiap misa sabtu sore minggu ke lima dalam bulan. Puji Tuhan
    Berkah Dalem
    PS : bila tidak keberatan bapak bisa kirim materi ke email address : ignazig2007@yahoo.com

    ReplyDelete
  2. pak ignaz,

    selamat atas keberhasilannya pak! semoga makin maju dalam belajar gregorian. saya akan kirim materi "idiot's guide to square notes" ke alamat e-mail yang bapak kasih di atas.

    satu tambahan lagi pak, sekiranya belum tahu. lagu gregorian untuk misa dalam setahun liturgi sudah ditentukan semuanya dan ada dalam buku yang namanya "graduale romanum". saya memang belum sempat nulis soal ini, tapi untuk gampangnya silakan kunjungi website "music: gregorian untuk misa", yang ada di daftar link website bagus saya, di frame sebelah kanan. di situ ada semua lagu untuk misa dalam setahun, baik teksnya maupun mp3-nya. nah, nggak perlu punya buku "graduale romanum" tuh.

    oh, saya berhasil nemuin "idiot's guide to square notes" di website ini, jadi bisa di-download sendiri langsung:

    http://ceciliaschola.org/pdf/squarenotes.pdf

    meski begitu, saya tetap akan kirim versi lain yang saya punya. typesetting-nya sedikit lebih bagus.

    salam,
    albert

    ReplyDelete
  3. Pak Albert, bisa aku dikirimi materinya ? ke n.haddie@gmail.com

    terimakasih sebelumnya.

    ReplyDelete
  4. pak nicohd,

    maaf pak, komentar bapak yang ini keselip dan baru saya temukan kembali sekarang ini. saya baru kirim materi yang bapak butuhkan lewat e-mail.

    salam,
    albert

    ReplyDelete
  5. Pak Albert,
    saya dimintai tolong oleh sepasang guru saya waktu SD dulu. Mereka akan merayakan 50 tahun perkawinan, bulan April 2011 dan menginginkan misa gregorian. Kalau tidak memberatkan, bolehkah saya meminta saran pak Albert untuk lagu2 yg tepat. Saya dipinjami buku Graduale Romanum, terus terang pusing juga membacanya hehehe ....
    bolehkah saya meminta materi "idiot's guide to square notes", alamat email saya ratihst@gmail.com
    Terima kasih banyak sebelumnya yaaa....

    Ratih-Bogor

    ReplyDelete
  6. bu ratih,

    kebetulan sekali saya pernah menyiapkan misa gregorian untuk ulang tahun perkawinan ke-50. saya akan kirimkan teks misanya yang saya buat khusus, berikut segala lagu gregoriannya. saya akan balas langsung dan bercerita lebih panjang ke e-mail ibu saja.

    ibu benar, memahami isi graduale romanum memang agak bingung juga bagi pemula. saya pernah mengalaminya. wah, saya jadi dapat ide untuk menulis tentang hal ini. semoga suatu saat sempat.

    salam,
    albert

    ReplyDelete
  7. Terima kasih banyak atas informasi yang sangat berharga ini, pak Albert. Pak, kalau dari penjelasan di atas, partitur yang dicontohkan (Pater Noster) bukannya do = F? Mohon maaf kalau saya salah. Terima kasih pak Albert.

    Beni

    ReplyDelete
  8. hallo mas albert saya awam katolik dan baru masuk katolik ingin belajar lagu lagu gregorian mohon dibantu.saya asli jatim tinggal dijogja

    ReplyDelete
  9. pak beni ytk.:

    begini pak, kita mulai dari kuncinya dulu. nah, dalam sistem gregorian kunci itu tidak menunjukkan tinggi nada mutlak. jadi, kunci c itu hanya berkenaan dengan relasi antar nada. kunci c tidak berarti bahwa si penyanyi harus mencocokkan nada c dengan nada c pada piano. maka, untuk mudahnya kita bisa menyebut kunci c sebagai kunci do.

    yang kedua, lagu pater noster itu memiliki tangga nada yang berpusat pada nada sol. hal ini kelihatan pada awal lagu itu: sol la si si la do si la sol. namun, untuk memudahkan pembacaan, di puji syukur lagu itu di-transposisi sehingga menjadi do re mi mi re fa mi re do.

    berikutnya, dicarilah tinggi nada yang pas untuk memulai lagu itu. menurut penyunting puji syukur, nada itu adalah f. maka dalam puji syukur tertulis 1 = f atau do = f. sekali lagi do ini menunjukkan relasi, bukan tinggi nada mutlak seperti pada piano. sebenarnya orang lain bisa memilih nada yang lain yang sekiranya sesuai, misalnya e atau es atau fis dan sebagainya.

    terima kasih bapak sudah menanyakan hal ini. sungguh bermanfaat bagi pembaca yang lain juga, yang mungkin akan menanyakan hal yang sama.

    salam,
    albert

    ReplyDelete
  10. bapak anonymous ytk.

    bapak dapat memulai dengan membaca artikel2 di sini yang berkaitan dengan lagu gregorian:

    http://tradisikatolik.blogspot.com/search/label/Gregorian

    berikutnya, bapak dapat memerika berbagai link yang ada di blog ini, yang berhubungan dengan lagu gregorian.

    selamat belajar.

    salam,
    albert

    ReplyDelete
  11. Bapak Albert, saya Andri. Saya berterima kasih sekali atas 'kehadiran' blog tradisi katolik ini. Saya jadi lebih mengerti lebih jauh ttg lagu2 Gregorian. Perlu Bpk ketahui, saya beragama Kristen Protestan. Dan saya seorang pemusik gereja yg sangat tertarik untuk mendapatkan materi dari Crisis Magazine. Kalau tidak keberatan, Bpk dapat email ke saya di: nov_an3@yahoo.com. Sekali lagi terima kasih. Kiranya Bpk dipakai Tuhan lebih heran lagi. Soli Deo Gloria

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bapak Andri:

      Saya senang Bapak juga tertarik mendalami tradisi Gereja kita ini. Setahu saya, Musik Gregorian juga dipelajari dan digunakan oleh banyak denominasi Protestan, termasuk Gereja Lutheran yang didirikan oleh Martin Luther. File yang Bapak butuhkan sudah saya kirimkan lewat e-mail, semoga berguna. Kalau ada lagi yang Bapak perlukan, dengan senang hati saya akan membantu.

      Salam,
      albert

      Delete
  12. Pak Albert, perkenalkan nama saya pingkan.. saya anggota choir di gereja saya di manado, saya secara ingin pribadi ingin lebih banyak mengenal tentang lagu-lagu Gregorian, akhirnya saya menemukan blog bapak dan senang mendapatkan info yang banyak, Terima kasih ya pak :) Saya tertarik untuk belajar lebih banyak, juga ingin mndapat artikel-artikel yang mmbantu trmasuk artikel yang disebutkan di atas.. saya senang skli jika bpk brsdia mngrim info/artkel-artikel tsb ke e-mail saya dgn alamat patriciaposumah@ymail.com .. terima kasih skali lagi pak albert, smga sukses selalu :) Dominus Vobis Cum

    ReplyDelete
  13. Pak Albert, nama sy Dominicus. sy ingin memohon bantuan dr bapak. sy terlibat dalam paduan suara di katedral ambon. sy ingin minta bantuan bpak, kalau bisa bpak mengirimkan lagu gregorian yang bisa kami nyanyikan setiap kali di gereja.khusus untuk batang misa. mungkin bisa diemail ke sini. batman_dommy@rocketmail.com

    ReplyDelete
  14. Pak Albert, nama saya Geral, saya ingin tanya sedikit, bagaimana sejarah gregorian,

    kalau boleh dikirim ke E-mail saya: paatgeral@yahoo.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan coba baca yang ini Pak Geral:

      http://en.wikipedia.org/wiki/Gregorian_chant

      Salam,
      albert

      Delete
  15. bisa minta filenya dong dikyiwan@yahoo.com

    ReplyDelete