Katedral Paus Bukan Basilika Santo Petrus

Mungkin enggak banyak yang tahu bahwa katedral paus bukan Basilika Santo Petrus di Vatikan. Memang bukan. Apa sih definisi gereja katedral? Bukan hanya sekedar gereja yang megah dan besar, katedral adalah gereja tempat kedudukan atau istana seorang uskup diosesan. Dinamakan gereja katedral karena di dalamnya pasti ada sebuah katedra (Latin: cathedra), yaitu takhta atau tempat duduk uskup. Takhta uskup ini letaknya di panti imam dan hanya dipakai oleh uskup setempat, atau uskup tamu yang diberi ijin untuk menggunakannya oleh sang uskup tuan rumah. Imam biasa tidak duduk di kursi ini. Bandingkan dengan takhta seorang raja yang ada di istananya. Hanya sang raja yang berhak menggunakannya. Begitulah kira-kira.

Nah, kembali ke katedral paus. Sebagai seorang uskup (Catatan: Paus adalah Uskup Roma), paus juga punya katedral dan di dalamnya tentu ada katedra atau takhtanya. Katedral paus sebagai Uskup Roma, tidak seperti dibayangkan banyak orang, adalah bukan Basilika Santo Petrus (dikenal juga dengan nama Basilika Vatikan). Katedral Uskup Roma adalah Basilika Santo Yohanes Lateran (dikenal juga dengan nama Basilika Lateran) yang ada di bagian lain kota Roma. Saat ini memang paus tidak lagi tinggal di Istana Lateran, tapi paus-paus terdahulu memang pernah tinggal di sana.


Foto hitam putih di ujung kanan atas adalah Paus Yohanes XXIII yang duduk di atas takhta portabelnya. Foto berwarna di atas adalah Paus Paulus VI yang juga duduk di atas takhta, tapi bukan di dalam katedralnya. Foto ini diambil saat ia menutup Konsili Vatikan II di Basilika Santo Petrus. Di sebelah kiri (kelihatan sebagian) dan kanan paus adalah dua kardinal diakon yang mengenakan dalmatik (Catatan: Diakon mengenakan dalmatik, bukan kasula seperti imam. Bagian bawah dalmatik berbentuk persegi, tidak melengkung seperti kasula).


Foto di atas adalah altar utama Basilika Lateran. Foto ini diambil pada hari Kamis Putih tahun 2007. Pada setiap hari Kamis Putih, paus selalu merayakan ekaristi di katedralnya, di Basilika Lateran. Di sana, setiap tahun, paus mencuci (dan mencium!) kaki 12 imam yang luar biasa beruntung!


Kalau Anda kepingin tahu bagaimana model katedra atau takhta paus yang sekarang, perhatikan detail foto di atas atau klik di atas fotonya untuk memperbesar. Di foto ini Paus Benediktus XVI duduk di atas takhtanya di dalam Basilika Santo Yohanes Lateran. Duduk di sebelah kiri paus (dari arah pemirsa) adalah Monsignor William Millea, salah seorang seremoniarius paus. Hampir bisa dipastikan yang berada di sisi satunya adalah Magister Caeremoniarum-nya, Monsignor Guido Marini. Oh ya, kedua monsignor ini bukan uskup ya. Setidaknya, saat artikel ini ditulis mereka belum ditahbiskan sebagai uskup. Seperti pernah saya tulis di artikel yang lain, monsignor adalah sebutan kehormatan pejabat gereja dengan level tertentu, bukan melulu untuk uskup.

2 comments:

Ie Hap Yie said...

Di foto pertama (yg hitam putih) & keempat kok beda ya kursinya? Memangnya kursinya tidak diwariskan turun temurun?

Albert Wibisono said...

Terima kasih atas ketelitian Bapak/Ibu. Takhta yang benar adalah di foto keempat. Dalam foto yang pertama itu kelihatannya adalah takhta portabel beliau. Saya akan perbaiki tulisan di atas.

Salam,
albert