Pesta Salib Suci: Sebuah Tradisi Gereja Katolik

Kalender liturgi Gereja Katolik mengenal beberapa tingkatan prioritas hari-hari liturgi. Yang terutama dari semuanya adalah Trihari Paskah. Berikutnya menyusul Natal, Epifani (Penampakan Tuhan), Kenaikan dan Pentakosta. Urutan ini masih panjang. Penjelasan lebih lanjut dapat dibaca dalam Bina Liturgia 2: Pedoman Tahun Liturgi dan Penanggalan Liturgi, halaman 514-516. Di luar hari-hari yang secara khusus disebutkan, termasuk yang tersebut di atas, secara umum ada tiga kategori besar, berturut-turut mulai dari yang terutama, yaitu: Hari Raya (Solemnitas), Pesta (Festum) dan Peringatan (Memoria). Pesta Salib Suci, sesuai namanya, termasuk kategori yang kedua, pesta atau festum, yang wajib dirayakan oleh semua umat Katolik.

Pesta Salib Suci yang dalam kalender liturgi Gereja Katolik disebut “In Exaltatione Sanctae Crucis” dirayakan tiap tahun pada tanggal 14 September. Pesta ini, seperti juga banyak perayaan liturgi yang lain, berawal dari Yerusalem. Ditemukannya Salib Asli Kristus oleh Santa Helena (foto atas), ibu Kaisar Romawi Konstantin, lah yang mengawali tradisi pesta ini. Sejarah mencatat bahwa setelah penemuan Salib Asli Kristus, sebuah basilika didirikan oleh Santa Helena di atas Makam Kudus Kristus. Basilika itu lalu diberkati dalam suatu perayaan yang sangat meriah dan khidmat selama dua hari berturut-turut, pada tanggal 13 dan 14 September tahun 335. Pemberkatan dirayakan oleh para uskup yang baru selesai mengikuti Konsili Tirus, ditambah dengan sejumlah besar uskup yang lain.

Tradisi berlanjut dan setiap tahun dirayakanlah Pesta Salib Suci di Yerusalem. Kekhidmatan perayaan ini menarik sejumlah besar biarawan dari Mesopotamia, Syria, Mesir dan dari provinsi-provinsi Romawi lainnya untuk datang ke Yerusalem. Setiap tahunnya, tidak kurang dari 40 uskup menempuh perjalanan jauh dari keuskupan mereka untuk menghadiri perayaan ini. Di Yerusalem pesta ini berlangsung selama 8 hari berturut-turut dan, pada masa itu, pesta ini menjadi suatu perayaan yang hampir sama pentingnya dengan Paskah dan Epifani. Pesta ini kemudian menyebar ke luar Yerusalem, mulai dari Konstantinopel (sekarang Istanbul) sampai ke Roma pada akhir abad ketujuh, dan akhirnya masuk ke dalam kalender liturgi Gereja Katolik sebagai suatu pesta wajib.


Gambar di atas adalah pintu masuk ke Basilika Makam Kudus di Yerusalem. Area di dalam basilika ini dikapling-kapling dan digunakan oleh umat Katolik bersama-sama dengan Ortodoks Yunani, Armenia, Koptik dan Syria. Menarik sekali bahwa jalan masuk ke basilika ini sejak ratusan tahun yang lalu dipercayakan kepada dua keluarga muslim. Keluarga Joudeh memegang kuncinya dan keluarga Nusseibeh menjaga pintunya.

Link: Patung Santa Helena di dalam Basilika Santo Petrus di Vatikan
Link: Salib Asli Kristus (New Advent Catholic Encylopedia)
Link: Basilika Makam Kudus (Wikipedia)
Link: Basilika Makam Kudus (Fransiskan)

Catatan: Artikel ini ditulis atas permintaan Paroki Salib Suci, Sidoarjo, untuk menyambut Pesta Salib Suci tanggal 14 September 2008.

17 comments:

Lisa Liputra - Life Lessons said...

Dear Albert,

Nama saya Lisa dari gereja Indonesian Catholic Family in Brisbane. Saya membaca penjelasan Anda tentang Pesta Salib Suci dan ingin memuat konten tersebut dalam warta bulanan kami (untuk dikonsumsi oleh umat gereja). Dengan ini saya meminta ijin dan menunggu kabar Anda.

Terima kasih.
Lisa

Albert Wibisono said...

hi lisa,

terima kasih sudah mampir ke blog saya. sesuai balasan lewat e-mail beberapa hari yang lalu, silakan mengutip dengan memberikan kredit sewajarnya. semoga berguna buat teman-teman di brisbane.

salam,
albert

businesssolo said...

salam

bagus infonya

Mova Nugraha
katolik blogger

Albert Wibisono said...

pak nova,

matur nuwun sudah mampir ke blog saya.

salam dari timur,
albert

albert_permana said...

tulisan yang bagus mas!! salam kenal dari saya. mas saya juga punya blog tentang Katolik, tapi sementara di sini saya membahas tentang sejarah santo-santa yang dihormati oleh gereja kita. kalau berkenan saya minta izin untuk menuliskan link blog saya ini.


salam
Albert_permana
http://permana1988.wordpress.com/

Albert Wibisono said...

mas albert, terima kasih sudah mampir ke blog saya. salam kenal juga. baik sekali ide anda membuat blog yang memuat riwayat para kudus itu. semoga bisa bermanfaat untuk umat katolik semuanya.

salam,
albert

kamsipermana said...

terima kasih juga mas atas pujiannya. mas saya punya ide, bagaimana kalau kita bertukar link?? jadi biar blog kita sama2 dikenal dan dibaca oleh lebih banyak orang, jadi lebih bermanfaat pula blog kita. trimakasih sebelumnya

GBU

Albert Wibisono said...

mas albert, saya sengaja membatasi link di halaman depan blog saya ke situs2 yang sangat relevan saja. sesama blogger yang ingin promosi silang bisa menggunakan bagian comment ini. terima kasih.

salam,
albert

andria said...

Albert,

Ijinkan saya untuk menambahkan blog Anda pada link di blog saya. Karena saya menikmati sajian tulisan Anda.

Terima kasih.

Anastasia

Yustinus A. Yudianto said...

Saya Yudi, dari gereja St. Petrus, Mangga Besar, Jakarta Barat. Saya bersyukur makin banyak orang mewartakan imannya lewat internet. Salam kenal, seraya mohon ijin untuk menuliskan link blog saya.
Syalom

Albert Wibisono said...

anastasia,

terima kasih sudah mampir ke sini. silakan memasang link ke blog tk, semoga berguna bagi teman2 yang lain.

pak yudi,

salam kenal juga dan terima kasih sudah mampir ke sini.

salam,
albert

Vian said...

Salam Kenal

Albert Wibisono said...

salam kenal juga romo/br/sr/bapak/ibu vian.

salam,
albert

Vian said...

Mas Wibi, saya (Pria) minta ijin kira-kira boleh tidak jika ada materi di blog Mas yang sekiranya senafas dengan tema blog saya, saya copy paste dengan tetap mencantumkan sumbernya dari Mas Wibi. maturnuwun

Albert Wibisono said...

mas vian,

silakan mas, dengan senang hati. kalau mencantumkan sumber, mungkin baiknya "blog tradisi katolik" aja, bukan nama saya pribadi.

salam,
albert

alristoakan said...

Yth. Bpk Albert,

Setelah baca salah satu rubrik di Jawa Pos (Minggu, 24 April 2011) tentang profil Bapak Albert, disitu di tulis "mengasuh blog Tradisi Katolik". Akhirnya sy srchg dan ketemu, blog ini hebat Pak Albert.
Mohon ijin untuk mencetaknya (ver. hrd cpy) buat sodara2 dan terutama katekis atau pewarta di stasi terpencil yang gak bisa akses internet. Moga tulisan2 yang dimuat di blog ini menambah pencerahan kawan2 di stasi2 kecil.

Salam,
Alristo-akan

Albert Wibisono said...

bapak alristo-akan:

dengan senang hati pak. semua tulisan saya baik di sini maupun di facebook page tradisi katolik boleh dikutip atau disebarluaskan secara utuh dengan menyebutkan sumbernya.

salam,
albert