Download Lagu Gregorian

Banyak pengunjung blog ini yang diarahkan Google waktu nyari "download lagu Gregorian" atau "download partitur lagu Gregorian". Saya akan tunjukkan tempatnya di akhir artikel. Di situ, selain ada partitur dalam format jpeg, juga ada mp3-nya. Lengkap sudah, nggak usah nyari ke mana-mana lagi. Tapi, sebelum kita ke sana, rasanya lebih baik menyamakan persepsi dulu tentang apa yang dicari, supaya nggak kecewa. Buat yang sudah 100% yakin dan malas baca tulisan saya yang panjang lebar ini, he3, boleh aja langsung ke bagian bawah artikel ini.

Terus terang, saya nggak menduga bahwa ternyata banyak yang nyari lagu Gregorian. Yang ke blog ini aja sudah hampir lengkap dari seluruh Indonesia. Ini yang saya dapat dari hasil pantauan pengunjung blog lewat Sitemeter. Ada dari Medan sampai Papua (saya lupa kotanya). Terus, ada dari Pontianak, Balikpapan dan Samarinda, plus Manado dan Makassar. Memang, kebanyakan masih dari kota-kota besar di pulau Jawa, Jakarta, Surabaya dan Semarang. Semuanya pada nyari lagu Gregorian. Saya agak kawatir bahwa sebenarnya yang dicari adalah lagu dalam bahasa Latin, bukan betul-betul lagu Gregorian. Nah, buat yang belum mantap, mungkin ada baiknya Anda baca artikel saya Lagu Latin = Lagu Gregorian? Kalau Anda pimpinan paduan suara yang nyari lagu komuni empat suara dalam bahasa Latin, maaf, bukan itu yang nanti akan saya tunjukkan.

Kalau memang sudah mantap lagu Gregorian yang dicari dan bukan sekedar lagu dalam bahasa Latin, yuk kita lanjutkan. Pertanyaan berikutnya, untuk keperluan apa? Misa kudus? Sip, kalau itu yang dicari, jawabnya gampang. Ada bukunya, namanya Graduale Romanum (klik di link ini kalau mau tahu detail isinya). Ini adalah Puji Syukurnya lagu Gregorian. Ini buku pegangan anggota koor Gregorian. Kalau Puji Syukur ada edisi yang untuk koor, dengan 3 atau 4 suara, Graduale Romanum enggak ada yang begitu, karena memang lagunya monofoni alias cuman satu suara. Buat koor Gregorian yang serius dan sudah canggih, ada yang namanya Graduale Triplex. Buku ini sama persis dengan Graduale Romanum, cuman bedanya yang ini ada interpretasinya, detail cara menyanyikan lagunya. Melengkapi Graduale Romanum ini adalah buku iringan, untuk pemain organ. Kalau Graduale Romanum dan Graduale Triplex ukurannya kira-kira setengah kertas A4 dan tebalnya 3.5 cm (hard cover), buku iringannya kira-kira sebesar A4. Total ada tiga buku iringan, masing-masing 1.5 cm tebalnya. Buku iringan ini, seperti yang diharapkan, pakai not balok biasa. Para pemain organ akan bisa menggunakannya dengan tanpa kesulitan. Nah, Graduale Romanum dan Graduale Triplex, seperti sudah diduga, pakai not balok kotak-kotak dengan empat garis (bukan lima garis seperti not balok modern). Jangan patah semangat dulu. Saya nggak bisa baca not balok biasa, tapi saya bisa baca not balok Gregorian. Gampang kok belajarnya. Kalau mau, boleh baca artikel saya Belajar Baca Notasi Gregorian. Sebulan dua bulan membiasakan baca not Gregorian, saya jamin Anda akan mengerti kelebihannya daripada not angka yang biasa kita pakai. Sangat mungkin Anda nggak mau lagi baca partitur lagu Gregorian dengan not angka. Oh ya, masih ada satu buku lagi, namanya Graduale Simplex (klik di link ini kalau mau tahu detail isinya). Sesuai namanya, yang ini lagu-lagunya lebih simple, lebih mudah dipelajari dan lebih cocok untuk dinyanyikan bersama umat. Di sampulnya ditulis "in usum minorum ecclesiarum", buat dipakai di gereja-gereja yang kecil. Asumsinya, di gereja-gereja yang kecil koornya belum terlalu canggih.

Semua buku yang saya sebut di atas bisa dibeli lewat internet. Bisa dari situs CanticaNova atau GIA Music (coba klik di link yang terakhir ini, hampir semua buku standar Gregorian ada di sini lengkap dengan fotonya). Oh, mungkin ada yang pernah dengar buku lain yang namanya Liber Usualis. Itu buku yang dipakai sebelum Konsili Vatikan II. Sekarang yang dipakai ya Graduale Romanum itu.

Sekarang kita kembali ke Graduale Romanum. Dengan buku ini, kita hampir nggak perlu bingung milih lagu, karena semuanya sudah ditentukan. Mulai dari lagu pembukaan untuk Adven Minggu Pertama sampai lagu komuni untuk hari Minggu terakhir dalam tahun liturgi, yaitu Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, semuanya sudah ditentukan lagunya. Untuk tiap-tiap misanya, akan bisa Anda temukan lagu pembuka (introitum), mazmur tanggapan (gradualia), alleluia, lagu persembahan (offertorium) dan lagu komuni (communionem). Sebagai contohnya, untuk Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, lagu pembukaannya adalah Dignus et Agnus, mazmurnya Dominabitur, alleluianya Potestas eius, lagu persembahannya Postula a me dan lagu komuninya Sedebit Dominus Rex atau Amen dico vobis (khusus untuk Tahun A). Nah, gampang bukan? Nggak usah milih-milih lagu. Sudah dipilihkan dan teksnya dijamin cocok dengan bacaan-bacaan pada hari itu. Coba klik di link berikut ke situs MusicaSacra ini untuk daftar lengkapnya. Kalau Anda perhatikan teks misa mingguan yang biasa kita temukan di gereja, pasti ada antifon pembuka, persembahan dan komuni. Biasanya itu adalah terjemahan bahasa Indonesia dari teks lagu Gregorian yang dipakai hari itu. Oh ya, di Graduale Romanum, Triplex maupun Simplex Anda nggak akan menemukan lagu penutup. Dalam ritus Romawi memang tidak dikenal adanya lagu penutup. Biasanya organ pipa dimainkan saat imam dan pelayan-pelayan meninggalkan panti imam kembali ke sakristi.

Sekarang saatnya saya tunjukkan di mana bisa download gratis partitur lagu Gregorian dan mp3-nya. Dengan begini nggak harus beli buku Graduale Romanum dulu supaya bisa nyanyi lagu Gregorian. Coba mampir ke halaman Gregoriant Chant - All Masses of the Liturgical Year di website bikinan Luis Henrique Camargo Quiroz ini. Semua lagu Gregorian yang Anda butuhkan untuk misa kudus selama satu tahun liturgi ada di sana. Lihat-lihatlah situs itu, Anda bisa temukan juga macam-macam lagu Gregorian untuk keperluan di luar misa kudus. Klik di link berikut untuk segala macam Ordinarium. Anda bisa temukan Missa I - Lux et origo (Masa Paskah, Puji Syukur 340 dst.), Missa XVII (Masa Adven dan Prapaska, Puji Syukur 339 dst.), Missa VIII - De Angelis (Hari Raya, Puji Syukur 342 dst.). Klik di link berikut untuk Lagu-Lagu Lain, yang mungkin sudah lebih akrab di telinga banyak orang, mulai dari Ave Maria (PS 625) sampai Tantum Ergo (PS 558) dan Te Deum (PS 669). Nah, baru kerasa bahwa di Puji Syukur pun ada banyak sekali lagu Gregorian, he3.

Sudah ah, saya berhenti dulu, selamat bereksplorasi. Kalau ada yang perlu ditanyakan, silakan tinggalkan komentar lewat link di bawah. Saya akan jawab secepat dan sebisa saya.