Gregorian di Yakobus dan Sakramen Mahakudus


Musik Gregorian yang khidmat bergema di gereja-gereja Santo Yakobus di CitraRaya dan Sakramen Mahakudus (SMK) di Pagesangan, Surabaya. Ini adalah kali pertama kelompok studi dan paduan suara Schola Cantorum Surabaiensis (SCS) di bawah pimpinan Anton Tjahjoanggoro (foto atas) ini melayani misa agung di kedua gereja itu. Santo Yakobus mengundang SCS pada Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam 23 Nov 2008 dan Sakramen Mahakudus pada Hari Minggu Adven IV 21 Des 2008.

Lagu-lagu untuk kedua misa ini diambil dari Graduale Romanum dan Graduale Simplex. Keduanya merupakan buku lagu Gregorian resmi yang digunakan Vatikan. Beberapa lagu yang umum, yaitu ordinarium termasuk Credo, PaterNoster/Bapa Kami dan aklamasi Sanctus serta lagu komuni Ubi Caritas sudah ada dalam Puji Syukur. Dalam teks misa untuk umat, lagu-lagu yang tidak ada dalam Puji Syukur disajikan dengan terjemahan Bahasa Indonesia di sampingnya, sehingga umat memahami artinya.

Seperti dituliskan dalam teks misa, partisipasi aktif yang diamanatkan oleh Konsili Vatikan II tidaklah berarti bah­wa umat harus ikut serta mengucapkan semua doa dalam misa ini dan/atau menyanyikan semua lagu dalam misa ini. Ada doa-doa yang diucapkan hanya oleh imam dan ada aklamasi-ak­lamasi yang merupakan bagian umat, termasuk aklamasi “Amin”. Ada saatnya lektor membacakan kitab suci dan umat mende­ngarkan (bukannya ikut membaca teks). Hal nyanyian, ada bagian-bagian yang dinyanyikan oleh koor dan ada pula bagian yang dinyanyikan umat. Konstitusi Liturgi Sacrosanctum Concilium mengharapkan umat bisa ikut menyanyikan ordinarium termasuk Credo, Pater Noster dan semua aklamasi, termasuk Sanctus. Di luar itu, lagu pembuka, persembahan dan komuni bisa dinyanyikan oleh koor saja. Akhirnya, diam dan khusyuk mendengarkan dan meng­hayati doa, bacaan kitab suci serta nyanyian yang dibawakan koor pun merupakan bentuk partisipasi aktif dalam misa.

Kekhidmatan misa agung ini bertambah dengan berbagai pengaturan dan penyempurnaan liturgi di bawah panduan Magister Caeremoniarum (MC) Albert Wibisono. MC dalam gereja Katolik memang menjalankan fungsi yang mirip dengan Event Organizer (EO) atau protokol dalam kehidupan sehari-hari. MC dalam gereja Katolik dituntut menguasai berbagai aturan liturgi yang rumit dan sekaligus memiliki pemahaman pastoral yang cukup. Dalam kedua misa ini, cukup banyak perubahan yang diusulkan MC dan dilaksanakan atas persetujuan pastor paroki. Mulai dari penggunaan busana misdinar, lektor dan pelayan komuni tak lazim, sampai ke peletakan kursi presiden yang lebih yang lebih sesuai dengan aturan liturgi. Bahkan cara membawa dan menggunakan wiruk serta cara berjalan dalam prosesi pun dilatih dengan seksama oleh MC. Ini semua demi tercapainya suatu upacara liturgi yang benar, indah dan bermakna.

Di Gereja Santo Yakobus, Pastor Kepala Paroki A.P Dwi Joko yang memimpin misa bersama konselebran Romo Eka Winarno menjelaskan bahwa misa agung ini diselenggarakan untuk memperkenalkan kepada umat kekayaan tradisi gereja Katolik. Di Gereja SMK, misa dipimpin oleh Romo A. Aratia Wardhana (Romo Ari-foto kiri). Pastor Kepala Paroki J.A. Sri Nugroho (Romo Nano) sendiri saat itu harus menjalankan tugas sebagai Vikep Surabaya Barat, melantik pengurus DPP Santa Maria Gresik. Meski begitu, Romo Nano sendiri lah yang memimpin rapat persiapan misa di SMK yang dihadiri oleh Romo Ari, MC Albert Wibisono dan seluruh perangkat seksi liturginya. Peran seksi liturgi paroki memang sangat vital. Di bawah pimpinan Pracoyo Sakti (Yoyok) di Yakobus dan Marbun Banjarnahor di SMK, seksi liturgi paroki sangat antusias mendukung terlaksananya misa agung ini dengan baik.

Bagaimana komentar umat? Beberapa umat Santo Yakobus menyatakan bahwa suasananya serasa di Roma, sangat khidmat, menyentuh hati dan ada pula yang berharap misa semacam diadakan secara rutin. Di Gereja SMK, F.A. Handoko Sasmito yang duduk di bangku nomor tiga dari depan terlihat sangat menghayati keikutsertaannya dalam perayaan ekaristi agung ini. Bersama putrinya, ia menyempatkan mampir ke sakristi usai misa dan menyampaikan penghargaannya kepada Romo Ari dan para pelayan misa, termasuk anggota koor.

Artikel lain yang relevan:
- Lagu Gregorian? Kuno? Bukan Jamannya?
- Download Lagu Gregorian
- Magister Caeremoniarum
- Collar Putih = Imam?

PS: Kedua foto di atas diambil oleh Samuel Pantoro; makasih ya Pak :)

2 comments:

faridah said...

Salam kenal dan selamat tahun baru, please visit my blog

Albert Wibisono said...

mbak faridah? salam kenal dan selamat tahun baru juga :) wah bagus ya foto2 di blog anda :) makasih sudah mampir ke sini.